Aku suka waktu-waktu dimana seperti bumi mendengar sapaan kita lewat semilir angin yang membuat tenang. Aku suka setiap jejak yang dimana padanya aku bisa menciptakan mimpi.

Seperti sore itu, di atas sepeda motor yang melaju pelan membelah lempengan aspal yang berlubang. Aku lupa, apakah saat itu aku datang saat musim hujan atau sebaliknya. Karena seingatku… jalanan cukup sulit dilewati. Menanjak dan sempit juga basah. Menuju sebuah bukit, yang katanya bisa melihat seluruh pemandangan kota purwokerto. Sebuah bukit dengan ketinggian 750 mdpl di kaki gunung slamet. Sebuah tempat sejuk dengan pemandangan bukit menjulang di belakangnya.

Bukit Traggulasih
Berfoto dengan background bukit hijau di tranggulasih. Tolong abaikan muka kumel dan kucelnya…

Harus ku akui, aku bukan tukang jalan-jalan sejati. Bukan orang yang punya adrenalin yang tinggi gemar petualang, aku orang lemah. Cukup lemah yang gak kuat jalan jauh tapi suka pengen jalan-jalan wkwk…

Walaupun ku akui, aku lebih demen berpindah-pindah tempat makan, mencoba berbagai menu makanan, sekedar merasakan berbaur di daerah baru tanpa melakukan aktivitas apapun. Tapiiiii… sebagai orang yang berkunjung ke suatu daerah, aku juga tetap ingin dan gak akan nolak kalo diajak berwisata.

Namanya Bukit Tranggulasih, sebuah tempat wisata alam yang banyak digemari kaula muda karena pemandangannya. Terletak di desa Windujaya, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas. Namun, karena letaknya yang berbatasan dengan Baturraden, bukit ini lebih dikenal dengan Bukit Tranggulasih Baturraden. Berjarak 15km dari pusat kota Purwokerto.

Narsis di Frame Kayu Bukit Tranggulasih

Aku pergi dengan seorang teman setelah lebih dulu menikmati segarnya air di telaga sunyi. Sengaja kami datang sore hari karena kami ingin menikmati sunset dan pergantian siang ke malam di atas bukit tranggulasih. Namun sayang, saat kami datang, sunset kurang jelas terlihat. Entah karena cuaca atau karena lain hal.

Sama seperti tempat wisata alam lainnya, bukit tranggulasih juga menyediakan banyak spot foto menawan dengan background bentangan alam kota purwokerto. Seperti jembatan kayu, frame dari kayu dan akar, kata-kata mutiara tentang cinta atau persahabatan, serta deck view. Ehm.. sepertinya emang didesain khusus buat kaula muda. Selain itu buat yang ingin ngecamp, disini juga disediakan tenda yang untuk disewa lho. Untuk sewa tendanya, dibandrol dengan harga Rp.50.000/malam dengan kapasitas tenda 3-4 orang.

Nah, Untuk sampai ke Bukit Tranggulasih, bisa melalui dua rute. Untuk rute pertama, bisa melewati Desa Kedungbanteng lalu ke utara dan masuk ke gerbang Curug Gomblang. Sedangkan untuk rute kedua, bisa melewati wisata curug Bayan Baturraden. Hati-hati ya, medannya cukup berat untuk pemula, karena berkelok, menanjak dan lebar jalan yang cukup kecil.

Setelah sampai di parkiran, aku masih perlu jalan kaki sejauh 200 meter untuk sampai di atas Bukit Tranggulasih. Nah, pesan dari aku, buat kamu yang tidak terbiasa berjalan jauh atau berolahraga, kamu perlu berlatih dulu ya sebelum memutuskan pergi. Meskipun jaraknya dekat, tapi jalannya menanjak, jadi butuh sedikit effort. Ketahuan bangetkan kalo aku emang lemah, karena buat orang-orang seperti aku, jalan kaki dengan medan menanjak sejauh 200 meter, cukup membuat kakiku pegal.

Bukit Tranggulasih
Ini nih rute menanjak dari parkiran ke bukit tranggulasih.
Anak kecil aja kuat, masa kamu kalah? ayooo semangaat…

Apa sih yang pengen kamu lakukan di ketinggian, menatap bukit hijau menjulang atau menatap hamparan lampu-lampu di bawah kakimu? Sama seperti anak muda lainnya, aku juga banyak berfose di sana. Mulai dari manapaki anak-anak tangga, mengikuti jalan setapak, aku berkeliling bukit. Seperti gak mau melewatkan satu spot fotopun.

Setelah lelah berkeliling, kami memutuskan duduk sejenak di salah satu deck view. Menselonjorkan kaki ke udara, mengayunkannya, dan bernafas sepuasnya, dengan leluasa tanpa khawatir terhalang jejak polusi. Sore mulai berganti malam. Langit biru mulai berganti kuning keemasan. Burung-burung mulai beterbangan menuju sarang di bukit sebrang. Lampu jalanan mulai menyala.

Mungkin ini bukan kali pertama kamu dengar ini. Aku suka. Sangat teramat suka dengan satu waktu dimana lampu-lampu jalanan dan rumah-rumah mulai menyala. Seperti sebuah kehangatan yang dihadirkan untuk menyambut dinginnya malam. Temaramnya yang dari kejauhan seperti perpaduan antara kehangatan dan dinginnya malam hingga menciptakan keteduhan saat memandang. Menyambut malam, alampun seperti menyambutnya dengan irama lain. Seperti angin yang bertiup mulai kencang dan dingin. Dalam sekejap, malampun datang. Menutup percakapan.  Kami memutuskan untuk segera pulang.

Istirahat dulu sambil gadoin mendoan yuk.. mari kemari~

Nah, Jika kamu berminat melihat kota Purwokerto dari atas bukit Tranggulasih, kamu hanya perlu membayar tiket seharga Rp.5000- dan jangan lupa pastikan baterai smartphone kamu penuh ya. Gak mau kan, jauh-jauh datang ke sana tapi gak bisa berswafoto.

Jika ditanya 1 hari di Purwokerto bisa kemana aja? Aku akan bilang, banyaak banget. Terutama di daerah Baturraden yang alamnya cantik, tenang, dan segar. Bukit Tranggulasih salah satunya. Berkunjung ke sana, jangan lupakan tempe mendoannya ya. Asli juarak!

42 COMMENTS

  1. Wahh seru sekali..
    Pemandangan disana indah banget, dan spot buat poto” bagus juga..
    Sayang banget kalo pas disana hp mati wkwk, harus siap powerbank.

    Ohh iyaa harga tiketnya murah banget yaa cuman 5k..

    Tambah semangat lagi jadinya…

  2. Wisata alam emang pilihan pas buat refreshing. Pasti jalan2nya asik banget tuh ya mba shinta. Btw, buat ke sini mba shinta abis budjet berapa?? Boleh lah share cost nya sekalian. Hihi

  3. Memandang keindahan alam dari atas ketinggian pastinya sangat menyenangkan dan adem. Bukit Tranggulasih kusimpan jadi satu destinasi jika nanti ke jalan-jalan ke Purwokerto, selain ke Baturraden tentunya.

  4. wih…tiketnya cuma 5ribu ya…murah banget bisa melihat alam bebas seperti itu. warungnya suka banget…klasik dan bikin betah…kopi hangat dan mendoan cukup deh buat mengganjal kantuk dan lapar

  5. Untuk naik ke bukitnya, jalanannya udah rapih ya mba, jadi ga takut terpeleset. Aku suka banget dengan perbukitan, dibandingkan pegunungan. Liat suasananya, jadi inget bukit bintang di Bandung.

  6. Suasananya seger harganya murah pula. Cocok nih untuk berkemah bersama dan menikmati alam. Kalau di Jogja ini mungkin kayak di bukit bintang. Bisa melihat kota Jogja melalui tempat tersebut. Bagus mba, mungkin bisa menjadi rekomendasi destinasi alam di Purwokerto 🙂

  7. Jadi pengen seperti kaula muda lainnya, melihat kota Purwokerto dari atas bukit Tranggulasih, berkesempatan sepuasnya swafoto di tiap sudut yg tampaknya instagramable bgt dan karcis masuknya murmer

  8. Wah jalan-jalan ke Banyumas! Aku belum pernah hehe

    Kalau nanjak aku biasanya ke curug, itu aja K.O n ngetem beberapa kali wkwk, pemandangan di Bukit Tranggulasih cakep ya, bakal lebih cakep kalo sama pasangan (gandeng tangan emak)

    • Wah.. Ini sih medannya gak seberat curug fi.. Tapi lumayan klo yang gak biasa jalan.

      Haha.. Gandeng tangan tukang jualan tempe mendoan juga boleh..

  9. Hihihi yg nanjak2 gtu juga bikin aku males mbak. Tapi eman2 ya kalau dah sampai sana gak naik ke atas. Jd ya bismillah aja dikuat2in. Kyknya jg terbayar capeknya dengan liat pemandangan yg ada. Iya kaaaaaaaaaaaaan 😀

    • Iya mba. Terbayar banget… Liat ijo dan pemandangan kota di bawah… Yang kalo kena kabut super cantik…. bener2 menguap itu rasa capek.

  10. Woww purwokerto ada tempat wisata kaya gini mbak?? Aaaa kecee banget , pemandangannya itu loh juara banget, walaupun harus extra keras ya mbak kalo mau naik keatas , tapi sebanding lah dengan pemandangannya… jadi pengen ngetrip ke purwokerto ..

  11. Adik aku tinggal disana ikut suaminya.. boleh lah ya nanti menikmati ketinggian disana juga.. aku suka ketinggian dan indah banget bisa lihat kota dari ketinggian.. yuk kapan2 kita janjian dan ketemuan disana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here