Ada cerita dari segelas lychee tea dan thai tea di sebuah kedai di bilangan Jakarta barat. Segelas yang tahan berjam-jam tidak disentuh, segelas yang dibayar hanya demi bisa duduk berlama-lama sambil menikmati wifi yang kencang.

Itulah Mereka. Yang rutin memesanku hanya untuk bisa duduk berlama-lama. Mereka yang (terpaksa) harus banyak duduk di depan komputer. Sebuah kegiatan yang lambat laun makin mereka cintai (aku rasa). Itulah mereka, yang kadang duduk bersebrangan tapi sibuk dengan laptopnya masing-masing. Itulah mereka, yang kadang duduk bersebelahan namun mengobrol hanya sebatas bertanya tentang blog atau mau pesan apa. Itulah mereka, ketika di sini bersama kami; Segelas Lychee Tea dan Thai Tea.

Tempat duduk ternyaman bagi mereka adalah bukan pangkuan pasangan, karena nyatanya yang selalu jadi inceran adalah tempat dekat colokan dengan sandaran empuk. Biar kalo pusing mau ngetik apa lagi tinggal nyender ke kursi. Bahu pasangan? Kalah nyaman dan gak laku kalo saingannya colokan.

Telinga mereka disumpel headset dengan lagu favorit masing-masing. Yang satu suka dengan lagu-lagu tahun 80’an atau lagu-lagu pop terbaru, dan pasangannya yang lebih suka mendengarkan lagu punk, rock, dan sejenisnya. Aaah..beruntungnya, kali ini dia bisa mendengarkan lagu-lagu favoritnya di sini. Karena di rumah, telinganya adalah milik perempuannya yang gemar dengan lagu-lagu selow.

Tak ada obrolan romantis seperti di film-film. Janji-janji atau obrolan gosip ringan misalnya. Karena fikiran dan mata sibuk merangkai kata. Sibuk menciptakan sebuah cerita. Sibuk menghidupkan suasana yang ada dalam fikiran agar bisa tersampaikan kepada pembaca. Sepanjang aku menyaksikan, hanya sesekali saling bertanya tentang tulisan dan hanya terjadi dalam hitungan detik. Selebihnya kembali ke laptop masing-masing. Fyuuh… akupun belum disentuh sedikitpun. Tak keringkah teggorokan kalian? Ooh.. aku lupa! Bagaimana bisa tenggorokan kering sedang ngobrolpun tidak.

Ayam galo dan kopi lugu
Ayam galo dan kopi lugu di Pal Merah

Café tempat mereka duduk berlama-lama selalu ramai. Namun, selalu berhasil membuat mereka sibuk sendirian. Desainnya ceria yang harusnya bisa dijadikan spot foto ciamik. Tapi, nyatanya sekali lagi… layar putih yang terus menciptakan kalimat jauh lebih menarik dari itu semua. Sekali dua kali, mereka berfoto. Ah, tepatnya mengambil foto. Karena bukan wajah yang difoto. Tapi kegiatan mereka. Laptop, dan kadang kami; segelas lychee tea dan thai tea.

Pasangan macam apa mereka?

Kami pasangan se-profesi yang saling disibukkan dengan apa yang kami cintai. Dia mencintai tulisan-tulisannya. Dan aku, mencintainya yang selalu mengingatkanku untuk terus menulis. Jadilah kami selalu bertemu di sini, di dunia yang kami bilang ‘milik kami’. Begitulah katanya.

Kamu ingin bertemu kami juga? Datang dan temui kami di alamat di bawah ini. Tapi, tolong.. jangan dicuekin. Apalagi sampe esnya mencair.

Ayam Gallo & Kopi Lugu
Jl. Kebun Jeruk Raya No.39
Palmerah, Jakarta
Phone: +62 21 22538662
IG: @gallo.lugu

15 COMMENTS

  1. Haha, menarik penuturannya dimulai dari cerita dari segelas lychee tea dan thai tea di sebuah kedai di bilangan Jakarta barat. Tetap bikin penasaran ada APA disitu?

  2. Nyaut komennya Teh Nia ah. Kalau aku tim Thai Tea… Hehehe… siapa juha deh yang ngajak main tim mana-siapa. Tapi aku sebetulnya penasaran dari lama. Thai Tea sama teh tarik itu sebetulnya beda nggak sih?

  3. wow.. minuman segar, wi fi kencang, duduk berdampingan. perfecto. btw ini deket rumah, jd tertarik tuk meluncur ke sana merasakan sendiri suegernya lychee & thai tea…

  4. hahaha…betul banget, aku pun sering berbuat salah sama si thai tea pesenanku, disaat sudah lebur dengan esnya dan rasanya sudah tidak enak dan tidak dingin lagi, maka nasib si thai tea tidak akhirnya tersentuh lagi. Ini sebenarnya curhatin siapa mba….heheheh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here