Beberapa hari yang lalu, aku dan suami memutuskan untuk pindah lagi kontrakan. Ya, sebagai pasangan muda yang belum dipercaya memiliki rumah sendiri, menyewa rumah kecil atau kontrakan bisa menjadi alternatif. Karena sesunggunya perjalanan memiliki rumah bagi pasangan muda yang berpenghasilan di bawah 5jt di Jakarta butuh lebih perjuangan di banding dengan mereka yang memilih memiliki rumah di pinggir kota.

Kenapa ngotot banget memilih rumah di Jakarta? Jujur, aku sebagai istri sih gak harus di Jakarta. Tapi memang lebih baik di Jakarta. Duh dimana ya? Hehe… aktivitas kami yang kebanyakan di ibu kota, membuat kami ngotot pengen punya rumah di Jakarta. Walaupun tidak dibarengi dengan kemampuan, tapi menanamkan mimpi sejarak 5cm didepan untuk penyemangat kerja, boleh kan?

Karena belum dikasih kepercayaan, baiklah daripada di suruh pulang ke kampung, lebih baik belajar membangun pondasi rumah tangga dari sebuah tempat kecil yang kami bayar setiap bulan. Sebuah rumah petak di ibu kota, yang sejujurnya cukup menguras isi dompet juga si.
Awalnya aku mengontrak sebuah rumah di daerah permata hijau dengan biaya 1,3jt perbulan. Tempatnya tidak begitu luas, hanya terdiri dari 3 ruangan. Satu kamar mandi, satu dapur, dan satu ruang tidur dan segala aktivitasnya.

Keseharian suami yang memang sedang membangun sebuah project bersama teman-temannya (digitalic.id), membuat rumah kami menjadi tujuan untuk diskusi. Penasaran tentang project apa sih digitalic itu, bisa cek langsung di websitenya ya.

Digitalic crew
Digitalic crew.. eh aku mah numpang doang sih disana. Numpang keren.. wkwk

Nah, hal inilah yang melatarbelakangi aku dan suami harus lekas pindah ke tempat yang lebih luas. Selain agar bisa tetap memiliki privasi di rumah saat ada tamu berkunjung, kami juga ingin memberikan kenyamanan kepada tamu meskipun hanya lewat sekat-sekat sempit di kontrakan.

Perjalanan menemukan kontrakan yang cocok, ternyata gak semudah nyari kostan. Yap, dulu sebelum menikah, aku kenyang menyandang predikat anak kost yang sering berpindah tempat. Tapi, pengalaman nyari kost saat masa lajang rupanya gak seberapa dibanding nyari kontrakan. Selain menyatukan pendapat suami dan aku, yang tentunya harus belajar saling menekan ego. Jika dulu semasa lajang, kenyamanan aku adalah ratu dari berbagai keputusan saat memilih kostan, lain halnya saat setelah menikah. Ada kesanggupan suami yang juga turut andil. Yaialaah, sekarang yang bayarkan suami. Ditoyor pembaca 😀

Drama nyari kontarakan yang cocok berlangsung lebih dari satu bulan. Dari mulai aku yang sering merajuk agar segera pindah gak tahan karena airnya yang kadang mati di jam-jam genting. Pernah loh ya, lagi keramasan airnya mati. Dan aku harus menghidupkan saklar air di bawah yang artinya harus keluar rumah. Belum lagi air akan kembali keluar setelah 30 menit menghidupkan saklar. Asli shampoo jadi mengkerak di kepala. Berlanjut dengan drama menyatukan pendapat waktu survey kontrakan.

Terhitung, kami sudah mendatangi lebih dari 20 kontrakan. Karena hampir setiap hari selepas suami pulang kerja, kami berkeliling mencari mencari kontrakan. Dari mulai daerah terdekat tempat kerja suami, sampai ke pinggiran Jakarta yang jaraknya masih cukup dekat dengan tempat kerja suami. Dari mulai yang harganya cukup fantastis untuk kami dengan sederet kenyamanan yang ditawarkan sampai harga terjangkau tapi dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Kalo nanya dramanya, gak bakal kelar diceritain. Karena hampir setiap hari nyari kontrakan selalu ada drama baru untuk diceritakan.

Akhirnya hari itu tiba. Hari dimana pemikiranku sama dengan pemikiran suami. Hari dimana hati kami memilih tempat yang sama. Dan, hari itupun tiba, hari dimana pada akhirnya kami mengepak barang-barang, membersihkan setiap sudut ruang, dan akhirnya truk itu datang mengangkut dus-dus kami. Memindahkannya ke tempat baru, tempat baru dengan harapan baru.

tiba ditempat baru
Keadaan di tempat baru. Asli berantakannya bikin bingung pengen bersihin yang mana dulu 🙁

Tapii balik lagi, untuk sampai ke tempat yang baru ini tidak semudah dan segampang menginjakan kaki di tempat nongkrong yang hanya bermodal laptop atau gadget. Oke, buat kalian pasangan muda yang memutuskan pindah kontrakan, aku pengen bagi-bagi tips nih biar gak kaget sampe kejang-kejang.

1. Siapkan budget lebih untuk dekorasi

Kontarakan itu akan menjadi rumah sementara kita. Rumah yang diharapkan bisa membuat nyaman, pikiran tenang, dan membawa ketenangan bagi siapa saja yang datang. Untuk menjadi nyaman, kadang kita harus mengeluarkan uang lebih, mulai untuk mengecat, memperbaiki dinding, memberikan sentuhan ‘kita’ pada setiap sudutnya. Karena kadang untuk nyaman kita perlu memasukkan identitas kita dalam memadukan ruangannya. Entah itu dari furniture atau dari arsitekturnya. Dan untuk itu semuanya, tentu membutuhkan dana.

2. Siapkan budget lebih untuk proses pengangkutan barang

Pindah kontrakan aka rumah dalam skala kecil pasti memiliki banyak barang yang jauh lebih banyak dari anak kost. Jika anak kost hanya membutuhkan satu mobil entah itu grabcar atau gocar, yang jelas biayanya jauh lebih murah dari gobox atau menyewa truk di tempat penyimpanan. Berbeda dengan kontrakan yang isinya menyangkut kasur, lemari dan benda berat lainnya. Gak mungkin dong dipaksa diangkut di atas gocar atau grabcar.
Siapkan budget lebih ya, karena bisa saja.. kamu 2x angkut barang karena barang yang kamu miliki terlalu banyak.

3. Siapkan budget lebih untuk kuli panggul

Kalo kamu hanya mengandalkan tenaga suami untuk angkut-angkut barang ketika pindahan, aku pastikan dia gak akan sanggup. Berdua dengan kamu? Hmm.. bisa sih, kalo kamu sudah sekuat Samson betawi. Wkkw..

Tapi kalo tenaga kamu dan suami hanya sebutir debu tenaga Samson, mendingan siapin budget lebih untuk bayar kuli panggul deh. Dan ingat saran aku, karena mereka telah membantu meringankan pekerjaan kita, jangan pernah menyepelekan tenaga orang. Pastikan mereka mendapat bayaran yang layak untuk tenaganya.

4. Siapkan tenaga untuk bersih-bersih

Untuk poin ini akan berbeda cerita jika kamu memutuskan membayar orang untuk membersihkan kontarakan baru kamu. Tapi, jika tidak, mending kamu luangkan waktu minimal 3 hari untuk membersihkan kontrakan baru.

Asli.. yang pernah ngerasain pindah kontarakan pasti setuju dengan istilah “pindahan uda seminggu yang lalu, tapi bersih-bersihnya gak kelar-kelar”. Ini juga yang aku rasain. Padahal kontrakan baruku tidak pernah kosong. Karena dari penghuni sebelumnya sampai akhirnya ditempatin sama aku, hanya berjarak beberapa hari saja. Jadi gak sempat kosong. Tapi, balada bersih-bersih paska pindah kontrakan ternyata tetap berlaku juga 🙁

Ya, itulah sekiranya drama pindahan ala pasangan muda. Dan sekarang, sudah mau menginjak satu minggu pindah kontrakan tapi masih ada beberapa PR yang perlu dikerjakan. Sepeti pasang paku sana-sini, menghilangkan bekas cat di lantai, membersihkan gerbang dari debu-debu. Ya begitulah adanya…

Tapi, Alhamdulillah kontrakan ini cukup nyaman. Dengan harga yang sama dengan kontrakan lama, kami sudah bisa memiliki ruang tidur, ruang bekerja, ruang tamu dan tentunya dapur dan kamar mandi yang diskat dengan tembok permanen.

Doakan ya, semoga di tempat baru ini, rumah tangga kami makin adem ayem, makin banyak rezeki, dan semoga disegerakan memiliki rumah dalam bentuk nyata. Jadi, kapan main-main ke rumah nih?

30 COMMENTS

  1. Aamin.. Semoga di kontrakan yang terbaru ini nyaman dan betah ya Mba Shinta. Ternyata tempat tinggal kita nggak berjauhan jadi bisalah kapan2 kita hangout bareng yaaaa!!! Heheheh

  2. Beneran mengundang nih? Bisa numpang nginap kan kalau kami dari kampung datang, hahaha…

    Semoga sakinah mawadah warrahmah ya. Rumah nya kalau bisa dan cocok beli saja sekalian, hehe…

  3. Alhamdulillah udah dapet… Aku paham bgt deh gimana rasanya cari rumah yang cocok buat dikontrak kaya gini… Pengennya kan ga pindah pindah sampe punya rumah sendiri ya kaan…

  4. Aamiin.. semoga segera terwujud ya impiannya punya rumah nyata.. aku mau dong mampir kekontrakannya.. hehe semoga tetangganya asik ya.. and no drama air mati saat kramas yaaa

  5. Akhirnya aku bisa mampir juga masalah air memang paling bikin stress ya. Mau benerin air tapi kata tetangga airnya memang lagi sedikit…. Pernah beli galon untuk mandi n cuci baju.. Tekor dong huhu

    Semoga betah di tempat baru ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here