Aku hanyalah pendatang

Seperti angin di lembah yang mencari dedaunan

Agar mereka dapat terbang

Seperti hatiku, setiap kali kau datang

Itulah potongan puisi Roman untuk Wulan dalam film Rompis yang berhasil membuatku terhipnotis. Sebuah cerita cinta anak remaja memang selalu berhasil menjadi memorial tersendiri untuk penikmatnya. Mulai dari kasak-kusuk saling kirim kode yang selalu gagal karena tingkah ketidakpekaan dari lawan, sampai sebuah rasa takut kehilangan, insecure karena LDR. Cinta remaja, selalu memiliki tempat tersendiri. Selalu menjadi masa yang akan dirindukan karena rasa manisnya. Selalu menjadi masa kilas balik yang paling mendebarkan dan paling sering diputar ulang. Tak peduli jika akhirnya bukan cinta itu yang kini menemani sampai mati. Setidaknya… Cinta masa remaja selalu memiliki ruang tersendiri. Ruang yang manis dan laris.

Menonton kisah Wulan dan Roman dalam film Rompis kemarin, aku seperti dibawa kedalam lorong waktu. Kisah cinta masa remaja yang penuh ketidakpastian tapi membahagiakan. Ketidakpekaan yang menyakitkan namun mengasyikan. Dan, rasa rinduyang menggebu karena ingin selalu bertemu.

Loh kok jadi ikutan puitis seperti Roman. Sepertinya virus picisan Roman mulai hinggap nih. hehe..

Nah, mumpung virus Roman masih nempel, aku pengen ngasih sedikit review tentang film romansa ala anak remaja yang dikemas sangat apik, Rompis!

Gala Premiere Film Rompis

Rompis, Roman picisan

 Sebenarnya film rompis ini berkisah tentang Roman (Arbani Yasiz) si jago puisi yang tak pernah peka dengan ‘kode’ perasaan yang dikirimkan Wulan (Adinda Azani)  yang menjadi salah satu awal mula kisah romansa remaja mereka di masa SMA. Seperti remaja kebanyakan, Roman dan Wulanpun saling berjanji untuk kuliah di tempat yang sama. Namun, janji tinggalan janji. Roman yang pada mulanya tidak ada niatan kuliah di Belanda, akhirnya lulus test bersama Sam (Umay Shahab) untuk melanjutkan sekolah di Belanda. Jelas Wulan sangat kecewa  harus berpisah jarak dengan Roman. Hingga akhirnya terpaksa harus menjalin hubungan jarak jauh, Jakarta – belanda. et, hubungan di sini masih hubungan persahabatan ya, belum menuju ke hubungan yang lebih pasti.

Awalnya hubungan mereka berjalan lancar. Roman tetaplah Roman yang dia kenal saat SMA. Wulan tetap selalu menerima puisi-puisi Roman yan picisan meskipun jarak keduanya membentang. Namun, jarak tetaplah jarak yang selalu memberi ruang untuk kehadiran orang ketiga. Hingga suatu hari, Romanpun goyah karena kehadiran seorang perempuan asal Indonesia yang sedang melanjutkan kuliah S2 di Belanda. Meira (Beby Tshabila) perempuan cantik, pintar akademik, unik, pintar memasak, pitar membuat sketsa, satu paket perempuan idaman ada pada dirinya.

Mengetahui bahwa Roman sedang dekat dengan Meira, Wulanpun pergi menyusul Roman ke Belanda secara diam-diam. Sebuah kunjungan yang pada awalnya ingin mengejutkan Roman, malah menjadi kebalikan. Justru Wulanlah yang terkejut melihat Roman dan Meira berpelukan.

Gala Premiere Film Rompis.

Hari berganti, Meira dan Wulan saling berusaha merebut perhatian Roman. Meira yang pintar memasak, rajin membuat makanan Indonesia untuk Roman, sedangkan Wulan yang polos tetap mengandalkan kode-kodenya untuk mendekati Roman. Kini perasaan Roman berkecamuk, ia tersudut di antara sosok Wulan dan Meira. Semakin dewasa, Wulanpun semakin butuh kepastian. Kepastian yang lebih dari sekedar barisan kata-kaa puisi yang dibuat Roman. Lalu, siapakah yang pada akhirnya bersama Roman? Sanggupkan Roman memberi kepastian untuk Wulan? atau malah justru lebih memilih Meira yang hadir dengan sejuta keindahan?

Nah, itulah sedikit review dari Film Rompis. Sekarang giliran aku membahas kelebihan film rompis.

Kenapa sih Film Rompis wajib banget kamu tonton, inilah alasannya:

  • Interaksi antar pemain dibuat natural, gak terlalu berlebihan

Mungkin jika kamu penggemar film romantis, kamu akan sangat mudah menemukan karakter sempurna yang hampir gak ada cacatnya. Berbeda dengan film Rompis, tokoh yang dimainkan dalam film Rompis benar-benar dibuat natural dan related dengan kisah remaja pada umumnya.

Roman yang kurang peka, dan Wulan yang mudah cemburu, mudah marah, menjadi ciri khas dari karakter remaja kebanyakan. Begitupun dengan interaksi antara Wulan dan Meira. Sebagai seorang perempuan yang menyukai pria yang sama, keduanya bersaing sehat, tidak berlebihan, hanya sebatas rebutan perhatian atau nyinyiran khas anak remaja.

  • Ide cerita sangat related dengan kisah cinta remaja zaman sekarang

Menghadirkan sebuah cerita dengan masalah Long Distance Relationship adalah ciri khas dari kisah cinta remaja zaman sekarang. Didukung dengan perasaan-perasaan yang saat LDR seperti insecure dan selalu curiga dengan apa yang dilakukan pasangan nan jauh di sana, diperlihatkan dengan sikap Wulan yang selalu menelpon Roman.

Begitupun dengan Meira. Sebagai perempuan yang menyukai seorang lelaki di usianya, Meira menunjukkannya dengan sangat baik. Tidak berlebihan. Yaah, seperti remaja pada umumnya. Ngasih perhatian, selalu siap membantu, malu mengakui perasaan, tapi ingin diperhatikan. Benar-benar seperti remaja pada umumnya.

Gala Premiere Film ROmpis.
  • Sosok Sam yang berhasil menyegarkan suasana

Sebuah film memang selalu membutuhkan dialog-dialog nyeleneh untuk menyegarkan suasana. Begitupun dengan film Rompis, kehadiran sosok Sam (Umay Shahab) yang berperan sebagai sahabat Roman berhasil menghidupkan suasana dengan celetukan spontan ala anak remaja.

Bukan hadir sebagai orang ketiga antara hubungannya dengan Wulan, justru Sam adalah orang yang selalu memberi dukungan, masukan dalam hubungan Wulan dan Roman. Meski kadang saran yang diberikan Sam selalu diselingi jokes-jokes ala anak remaja yang sukses membuatku tertawa.

Ah, ada karakter Sam dalam film Rompis benar-benar menjadi paket lengkap. Film comedi romantis ala anak remaja yang bisa dinikmati siapa saja.

Sebetulanya sebelum MNC Pictures menayangkan Rompis ke layar lebar, Sebuah film yang didasari dari novel “best seller” Roman picisan karya Eddy D. Iskandar ini sudah terlebih dahulu sukses dengan serial dramanya di RCTI pada tahun 2017.

Overall, buat aku sih.. Film Rompis bisa menjadi rekomendasi tontonan buat kamu yang memang sedang menikmati masa remaja, atau yang sudah melewatakan masa remaja. Dengan akting ke empat bintang utama yang patut diacungi jempol, dan tentunya Sang Director  Monty Tiwa yang berhasil menggarap film Rompis enggak sedramatis film-film remaja pecintaan  yang biasa tayang di televisi.

Oh ya.. buat kamu yang penasaran sama akhir ceritanya, atau pengen tau sekonyol apa sih peran Sam di film rompis, kamu bisa nonton Film Rompis mulai 16 Agustus 2018 di bioskop tanah air. Jangan lupa ajak gebetanmu ya, siapa tau beres nonton langsung dapet kepastian. Hehe..

Salam,

Shinta Juliana

16 COMMENTS

  1. Aduh di Cianjur ga ada bioskop. Hahaha…
    Saya makin kudet ternyata. Malah baru tahu kalau Rompis nih dulunya tayang sebagai sinetron di sebuah twitter swasta lokal nasional. Jalan ceritanya bisa2 banyak dialami penonton juga ya, hahaha

  2. Ngajak gebetan yang mana nih haha.. baca ini jadi senyum-senyum sendiri.. emang masa muda Itu masa yang paling indah ya.. kadang bukan jadi diri sendiri hanya sekedar membuat gebetan melirik hihi.. nostalgia masa muda ah sambil nonton rumpis

  3. Film aku bangat ini Kak, kan aku masih remaja *Ngaku2 hahaha

    Dan aku suka juga nulis-nulis puisi, duuuh jadi pengen ajak si dia juga nonton film ini. 🙂

  4. Wah jadi inget novel jadul Roman Picisan hehe..ketahuan deh emak zaman kapan hahaha… Selalu menyenangkan nonton film tentang percintaan mengingatkan zaman dulu, dan membuka wawasan ttg anak zaman sekarang ..

  5. Film anak muda yaa aku lebih suka nonton horor tapi film ini layak ditonton juga kayaknya (kan akooh juga masih muda eaea).)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here