Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman yang dibingkai dalam semboyan kebhinekaan. Memiliki beranekaragam agama, ras, suku dan budaya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Namun, karena kurangnya sikap toleransi, keanekaragaman yang seharusnya menjadi corak bangsa justru menjadi pemecah persatuan.

Membahas tentang SARA adalah perkara sensitif yang bisa menyulut emosi. Sangat mudah menciptakan perpecehan dengan menggunakan perbedaan. Terutama perbedaan keyakinan (agama). Banyak sekali kasus-kasus yang bersumber karena perbedaan keyakinan. Atau justru banyak pihak-pihak yang mempermainkan agama sehingga digunakan untuk alat adudomba. Jujur, aku sedih dan miris banget. Sesuatu yang seharusnya menjadi corak bangsa, identitas bangsa, malah dijadikan alat untuk kepentingan golongan. Banyak banget berita-berita hoax yang menjadi pemecah.

Hormati Perbedaan
Hormati Perbedaan

Padahal sejak kecil kita sudah diajarkan untuk bisa menghormati dan menghargai perbedaan. Karena hanya dengan kemampuan saling menghargai segala kekayaan keberagaman, perpecahan tidak akan terjadi. Yang paling berbahaya dalam sebuah wadah adalah perpecahan di dalam, bukan serangan di luar. Persatuan dan kesatuan adalah payung terbesar dan terluar untuk keutuhan bangsa.

Sebagai warganet yang emang berkutat dengan dunia sosial, yang mengandalkan banyak informasi lewat internet, kita diharapkan selalu bisa memfilter informasi. Begitupun sebagai blogger, wartawan, diharapkan mampu menciptakan berita yang akurat. Berita yang tidak memancing perpecahan.

Hal itu juga diungkapkan dalam silaturahmi kapolda metro jaya bersama wartawan dan netizen yang diselenggarakan di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, pada 6/6/2018. Dengan mengangkat tema tentang pentingnya membangun toleransi antar umat beragama. Untuk simbol keberagaman, kapolda juga turut serta menghadirkan tokoh lintas agama. Di antaranya:

  1. Pendeta Datulon Sembiring
  2. Biksu Syailendra Virya
  3. Romo RD Aloysius Tri Harjono
  4. Pedande/Gede Nyenengin
  5. Muhammad Ali
5 tokoh lintas agama
5 tokoh lintas agama dalam silaturahmi Kapolda Metro Jaya bersama wartawan dan netizen. (dok: Dede Ruslan)

Dalam sambutannya yang kental dengan nuansa ramadan, Bapak Wakapolda Brigjen Pol Purwadi Arianto sebagai pihak yang mewakili Bapak Kapolda Irjen Pol Idham Aziz mengungkapkan harapannya agar media masa dan media sosial ikut menjaga kesucian bulan Ramadan dengan cara menyajikan berita menyejukkan dan berita positif di masyarakat.

Dalam kesempatan silaturahmi Kapolda Metro Jaya bersama wartawan dan netizen, diharapkan bisa terjalin persaudaraan yang erat dan dapat terus mendukung kinerja Polri khususnya Polda Metro Jaya dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Silaturahmi kapolda metro jaya bersama wartawan dan netizen
Silaturahmi kapolda metro jaya bersama wartawan dan netizen.

Setelah mendengar sambutan dari Wakapolda, acara dilanjutkan dengan tausiah menjelang waktu berbuka yang dibawakan oleh H.Muhammad Ali. Dalam tausiahnya, H.Muhammad Ali juga menerangkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu memberi manfaat kepada oranglain. Betapa pentingnya toleransi dalam perbedaan, perasaan saling menjaga perasaan antar umat beragama. Karena hakikatnya kita adalah sama, satu dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Untuk kamu Vlogger, Blogger, dan Netizen, Polda Metro Jaya menggelar citizen journalism dan sosial media competition dengan tema “Bersatu dalam menjaga NKRI”. Adapun syarat dan ketentuanya adalah sebagai berikut:

  1. Peserta lomba adalah pelajar, mahasiswa & umum
  2. Karya adalah video citizen journalism, vlogger, blogger & netizen yang memiliki akun resmi pribadi
  3. Durasi content kategori vlogger adalah 3 menit dengan kualitas HD (720P)
  4. Karya tulis untuk blogger minimal 3500 karakter
  5. Durasi content kategori netizen adalah 60 detik dengan kualitas HD (720P)
  6. Hasil karya yang dilombakan belum pernah dipublikasikan di media nasional, baik media cetak ataupun televisi nasional ataupun televisi berjaringan
  7. Tidak melanggar undang-undang hak cipta
  8. Tidak mengandung unsur pornografi dan SARA
  9. Mengirimkan sinopsis karya, biodata peserta dan tautan/link blog, youtube, Instagram, facebook yang mencantumkan karya peserta melalui email Humas.pmj@gmail.com
  10. Follow akun resmi humas PMJ dan akun KADIBHUMAS PMS, Instagram, facebook dan twitter.
citizen journalism dan sosial media competition
citizen journalism dan sosial media competition

Acara yang berlangsung hidmat dan diikuti juga oleh masyarakat pecinta polri ditutup dengan buka bersama.

Mari ikut berperan dengan selalu menyebarkan berita baik #BersatudalamNKRI dan #HormatiPerbedaan dengan ikut berpartisipasi mengisi konten media sosial yang kreatif dan positif yang tentunya memiliki nilai edukatif untuk masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here