Hai, selamat sore. Iya saat aku menulis ini dan mungkin akan menjadi pembahasan yang agak berat dari biasanya ini masih ditemani dengan sisa-sisa sinar matahari yang tinggal menunggu beberapa menit lagi untuk kembali ke singgasana. Di depanku ada hot lychee tea yang aroma panasnya masih terasa. Karena pembahasan kali ini akan sedikit berat, dan semoga kalian yang membaca dapat dengan mudah memahami dan mencerna informasi dari bahasa yang aku gunakan. Dan semoga gak ada kesalahan dalam penyampaian.

Ngomongin tentang teknologi, setiap negara memang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Kemajuan yang pesat membuat kita, anak-anak bangsa dituntut untuk memiliki daya saing yang cukup mumpuni agar bisa membawa negara Indonesia tercinta ini, miminalnya dapat mengikuti perkembangan zaman. Gak ketinggalan-ketinggalan amatlah. Waktu zamannya negara-negara maju membangun MRT dan kereta cepat, Alhamdulillah juga Indonesia bisa unjuk gigi dengan membangun hal serupa, meskipun agak telat dan masih mengandalkan import dari negara lain. Ya tapi masih untunglah, gak ketinggalan-ketinggalan amat.

Roadmap Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia 1
Roadmap Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia

Oke! Teknologi memang gak ada matinya. Begitupun dengan otomotif. Coba deh baca kembali tentang perkembangan mobil di dunia. Dari semula trasportasi manusia hanya mengandalkan kuda, lalu berkembang menjadi mobil tenaga uap, baru pada tahun 1886 disempurnakan dengan menggunakan mesin pembakaran oleh Karl Benz. Dan sekarang, tahun 2018, setelah Korea, Jepang, dan Cina berhasil memproduksi mobil tenaga listrik, maka Indonesiapun kembali berusaha agar tidak ketinggalan yaitu memproduksi mobil listrik. Pengen tahu tentang info lengkap sejarah perkembangan kendaraan di dunia, kamu bisa cek di google ya. Soalnya inti yang aku pengen bahas bukan itu, jadi kalo ikut-ikut dibahas akan melebar kemana-mana.

Well, Mobil listrik itu merupakan elemen dari new economy. Yang artinya hampir semua kegiatan industry sudah menggunakan sentuhan teknologi dalam mengoperasikannya.

Nah, pertanyaannya mungkin enggak sih, Indonesia memproduksi mobil listrik?

Sebelum menjawab itu semua, yang jawaban iya atau enggaknya akan diikuti uraia cukup panjang, aku ingin ngasih tau kalian kenapa sih harus beralih ke mobil listrik? Apa bagusnya sih mobil listrik? Pertanyaan itu pasti muncul di kepala orang awam. Gak ada bedanya sama isi kepala aku sebelum mengikuti diskusi RoadMap Pengembangan Kendaraan Energi Listrik.

Perlu kalian ketahui, bagusnya beralih ke kendaraan listrik itu adalah akan ada pengurangan emisi gas buang yang artinya bisa mengurangi polusi, bisa membuat lingkungan lebih bersih, bisa membuat paru-paru kita bernafas lebih sehat. Sekiranya begitu. Selain efek positif untuk lingkungan, penggunaan kendaraan listrik juga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil. Tau dong ya kalo energy fosil itu jumlahnya terbatas. Jadi, cepat atau lambat, suatu hari nanti persediannya bisa habis kalo penggunaannya lebih banyak dari persediaan. Sedih! Apa kabar anak-cucu-buyut kita nanti.

Kembali ke pertanyaan, mungkin enggak sih Indonesia memproduksi kendaraan listrik?  Jawabannya sangat mungkin. Karena sebenarnya, Indonesia sendiri sudah memiliki embrionya. Dahlan iskan (mantan menteri BUMN) pernah membuat mobil listrik pada saat pemerintahan SBY. Namun yang kini menjadi permasalahan itu, Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk baterai kendaraan listrik berbasis lithium ion. Kalo ujung-ujungnya kembali mengandalkan import, menjadi bagian dari industry negara lain, ya silakan simpulkan sendiri.

Oh ya.. for your information seperti yang dikemukan oleh Yohannes Nangoi, selaku Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, harga baterainya itu sepertiga dari harga total kendaraan lho. Wiih.. mahal ya!

Gak berhenti disitu, bukan Indonesia namanya kalo gak dianugerahi sumber daya alam melimpah. Karena sebenernya, Indonesia memiliki bahan baku nickel cobalt yang berpotensi dijadikan sebagai baterai kendaraan listrik. Tapi, masih membutuhkan riset dalam pengembangan. Yang mana membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Jadi, simpulannya kalo Indonesia ingin memproduksi mobil listrik, enggak ada jalan lain selain Pemerintah memberikan intensif dalam pengembangannya.

Ujung-ujungnya duit juga ya. Hehe.. ya gitulah. Seperti yang dikemukakan oleh Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia pada selasa, 10 Juli 2018 lalu di Kantor Pusat PLN, Jakarta, dalam pengembangan mobil listrik itu memerlukan  koordinasi lintas kementerian, tak bisa hanya ditangani oleh pejabat setingkat menteri. Dengan kata lain, Bapak Jokowi, Presiden RI perlu turun tangan langsung dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Seperti uraian di atas, mobil listrik membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pengembangannya. Maka diperlukan dukungan dari kementerian keuangan. Untuk melakukan riset atau uji coba yang tidak mudahpun dalam pengembangan mobil listrik, diperlukan dukungan dari kementerian ESDM. Dan seterusnya. Jadi gak bisa hanya ditangani oleh pejabat setingkat menteri.

Selain itu,dalam menyambut  pengembangan Kendaraan listrik di Indonesia sangat berkaitan dengan kesiapan PLN. Lantas sudah siapkah PLN sebagai perusahaan listrik negara menyambut program tersebut?

Menurut Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty, PLN sangat mendukung program tersebut dan siap untuk mensuplai energi kepada kendaraan tersebut. Sampai saat ini di DKI Jakarta sudah memiliki SPLU kurang lebih sebanyak 1.000, meskipun masih low charging, tapi pihaknya juga pasti akan mengarah ke fast charging untuk mendukung mobil listrik.

Kasian ya… bapak Presiden dan jajaran pejabat negara banyak banget PRnya.

Itulah simpulan aku dan rekan-rekan blogger siang itu, usai mengikuti diskusi RoadMap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia. Yaa.. sebagai warga negara yang baik, sudah sepantasnya kita mendukung setiap program-program Pemerintah. Kalo udah tahu, Pejabat Negara itu banyak banget PRnya, banyak banget kerjaannya, yuk kita bantu dengan tidak menambah pekerjaan mereka. Jadilah warga negara yang baik. Dan pesan buat adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah, belajar yang giat, jadilah anak yang cerdas dan berprestasi. Karena kalian adalah tonggak bangsa. Siapa tahu, justru kalianlah yang akan berhasil menciptakan baterai untuk bahan baku kendaraan listrik. Jadi gak perlu mengandalkan import lagi.

Waktu berasa banget nih. Apalagi kalo bahas yang berat-berat kayak gini. Kalian yang baca berasa roaming enggak sih? Hehe…

Sekiranya pembahasan tentang pengembangan mobil listrik di Indonesia cukup sekian. Semoga dapat dimengerti. Dan kalo ada yang kesalahan dalam penyampaian informasi, aku sangat terbuka untuk menerima saran dan kritiknya. Selamat Malam, dan semoga bermanfaat.

By the way, hot lychee teanya udah gak hot lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here