Apa pendapatmu jika mendengar anak remajamu bercita-cita menjadi Gamer?

Perkembangan dunia digital yang semakin pesat, tak hanya memberikan kemudahan dalam berbagi informasi, atau kemudahan bertransaksi. Tapi juga memberikan banyak pilihan profesi baru untuk anak muda di masa depan. Jika zaman dulu jawaban seperti; ingin jadi dokter, jadi guru, jadi pegawai bank, jadi PNS, adalah jawaban template yang menjadi standar sukses seseorang, lain hal dengan zaman sekarang.

Lantas seperti cita-cita anak zaman sekarang? Berbeda dengan anak zaman dulu, anak generasi millenial atau generasi Z mungkin lebih tertarik dengan profesi seperti Youtuber, Blogger, Influencer, Artis tiktok, bahkan Gamer. Adanya profesi-profesi baru ini, tentu bukanlah hal yang mudah diterima oleh orang tua dengan standar; ‘kalo sukses itu ya jadi dokter, jadi PNS, ini kok pengen jadi gamer’. Ada yang mendapat respon begitu nggak? atau mungkin kamu salah satunya?

Anak Pengen Jadi Gamer, Perlukah Didukung?
Anak Pengen jadi Gamer, Perlukah didukung

Aku di sini bukan ingin menjudge pemikiran-pemikiran tersebut, karena bisa saja pemikiran itu lahir atas dasar ketidaktauan. Contohnya saat kamu melihat seorang anak remaja yang begitu antusias menang main game, atau bahkan kamu mendengar dengan jelas kalo di masa depan, dia ingin menjadi Gamer, lantas seperti apa respon kamu sebagai orang tua? Apakah hanya akan menganggap angin lalu? Atau mencoba memberi dukungan yang dilanjutkan dengan memberikan fasilitas yang tepat untuk mendukung cita-citanya?

Kalo aku, aku pengen banget memberikan dukungan penuh apapun cita-cita Kavya (nanti). Selama itu baik, dan pastinya tetap memberikan beberapa batasan.

Kalo misal pengen jadi Gamer, aku akan berusaha ngasih ruang cukup untuknya mewujudkan cita-citanya. Tapi di sisi lain, tetap memberikan batasan sesuai usianya. Misal, saat masih usia sekolah, waktu bermain atau jam-jam di luar jam belajar, boleh digunakan untuk main game. Itung-itung refreshingnya lah ya. Kalo misal udah bukan usia sekolah, aku pengen banget memberikan pilihan leluasa padanya tentang apa yang pengen ia lakukan. Tugasku hanya memastikan ia tetap dalam ladar positif, atau sesekali memberi masukan jika dibutuhkan.

Emang bener ya main game bisa jadi profesi?

Yap. bener banget. Aku sebutin beberapa Gamer yang selain jadi profesi tapi juga sudah menjadi atlet eSport kebanggaan. Mengharumkan nama bangsa, dan juga tentunya berkesempatan mendapat penghasilan. Bererapa di antaranya; Henry Nathaniel Reynald, Harry Nathanael Rainier, Muhammad Sholeh Salamudin Putra Pratama, Dewa Fabian, Michael Daniel Tabaraka, Tedy Priharto, Steven Verdianta, Andrew Kusuma, Justin Welly Panvito, Farid Andika, M Bevi Arianda Anwar, Sultan Yudha Patra, Hizkia Noel Sosinggilan dan Muhammad Tabina Widyatma. Mereka adalah 14 atlet eSport Indonesia yang lolos tahap inagurasi LEAD by IndiHome.

Salah satu atlet eSport kebanggaan; Henry Nathaniel
Salah satu atlet eSport kebanggaan; Henry Nathaniel

Lantas seperti apa bentuk dukungan orang tua untuk mengarahkan hobi atau cita-cita menjadi Gamer agar tercapai?

  • Perbanyak informasi tentang keberhasilan atlet-atlet eSport.

Sebelum memberi dukungan bahkan memfasilitasi hobi main game anak agar lebih terarah dan menjadi hal bermanfaat di masa depan, tentu sebagai orang tua, kita perlu dibekali informasi yang cukup tentang hal tersebut. Dengan bekal informasi yang memadai, setidaknya kita akan mengerti gambaran cita-cita anak dan bagaimana cara membantu meraihnya. 

Tak hanya sampai di sana, kita juga perlu mengetahui apa yang sudah diraih para atlet eSport guna dijadikan motivasi diri untuk terus mendukung cita-cita anak. Ibarat kata, kalo pengen ngasih motivasi sama orang lain, minimalnya kita pun sudah lebih dulu termotivasi.

  • Berkenalan dengan Akademi eSport LEAD by IndiHome

Tak hanya atlet lompat tinggi atau atlet renang, atlet eSport juga perlu sebuah wadah untuk pengembangan skill dan bakatnya. Salah satunya, Limitless Esport Academy by IndiHome (LEAD by IndiHome), pusat pengembangan atlet eSport untuk komunitas dan antusias eSport Indonesia. LEAD by IndiHome mengusung konsep Atlete Enablement yang berfokus pada proses pendidikan para player dari bermain sebagai hobi ke player yang bermain dengan mental olahragawan.

Akademi eSport LEAD by IndiHome ini sudah dimulai sejak September 2021, dan saat ini sudah memasuki puncak inagurasi.

Akademi LEAD by IndiHome
Akademi eSport LEAD by IndiHome

Nah, kamu bisa mendukung hobi anak untuk main game agar lebih terarah dengan cara mendaftarkannya menjadi akademia eSport LEAD by IndiHome. Siapa tahu anak kebanggaanmu kelak akan menjadi the next Henry, atau Soleh Salamudin, menjadi atlet eSport kebanggaan. Aamiin…

Info pendaftaran selengkapnya bisa kamu liat di ig @LEADIndiHome. Selain info pendaftaran, di sana ada banyak info menarik seputar kegiatan dan profil para akademia LEAD by IndiHome.

  • Memberikan fasilitas monitor dengan spesifikasi gaming beserta kecepatan Internet andal

Dukungan selanjutnya mungkin akan sedikit merogoh kocek sih. Hehe…. Karena kalo diperhatikan, laptop atau smartphone dengan spesifikasi gaming itu kok harganya bikin mengkerut. Belum lagi memberikan layanan internet dengan kecepatan stabil. Huaah…

Tapi kalo misal internet atau monitornya kurang mendukung, enggak seru kan. misal pas lagi main, eh loading, pasti bikin kesel. Terus kesempatan menangnya juga jadi berkurang kan?

Nah di sini, tak tanggung-tanggung IndiHome selain memfasilitasi para Gamer dengan memberikan wadah untuk berkembang, IndiHome juga mengusungkan paket layanan internet Gamer dengan kecepatan stabil.

Paket Gamer by IndiHome
Paket Gamer by IndiHome

Info paket Gamer by IndiHome bisa diliat di sini ya; Internet cepat khusus Gamer.

_______

Jadi orang tua memang tak hanya sebatas memberikan makan, memberikan pakaian layak, atau memberikan tempat tidur yang nyaman. Tapi, yang lebih sulit dan lebih panjang prosesnya adalah menemaninya bertumbuh, berkembang, memberikan dukungan terbaik untuk menggapai cita-citanya. 

Jika cita-citanya jadi eSport Internasional, mari beri dukungan penuh agar anak merasa lebih percaya diri bahwa cita-cita apapun bisa diwujudkan lebih mudah  jika didukung oleh orangtua. Jangan patah semangat, dan teruslah berlatih tanpa batas. Karena untuk berhasil, perlu perjuangan unlimited

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here