Klik sumber gambar


 “aku mencarimu. Kamu selalu berhasil melenyap. Dasar Childish” -inbox, aprl 3’14

Entah ada aura apa di sepotong pagi ini. bagi saya biasa, selalu menjadi debar yang biasa. Dalam banyak hal di dunia ini, terkadang alam terkesan angkuh tak pernah ingin mengambil porsi lebih. Buktinya saja senandung malam tadi, tetap cerah sekalipun hati saya dilanda hujan deras (misalnya). Dan pagi ini, matahari tidak begitu mengerang dengan panasnya. Sedikit malu-malu untuk menampakkan seluruh wajahnya. Alam saja punya acara sendiri untuk mengatur bumi ini, berbagi royalitas. Termasuk saya.

Setiap orang punya caranya sendiri untuk membebaskan diri dari hal yang menurutnya rancu. Seperti saya yang kerap lari dari mereka yang hanya menciptakan sendu. Lari bukan berarti membenci. Hanya saja saya selalu menciptakan batas-batas sendiri dalam lingkup pribadi. Mungkin si terkesan kekanak-kanakan saat saya selalu berhasil melenyap tuntas. Dengan trik mendelete contact atau pertemanan di lini masa. Pokoknya apapun yang bisa menciptakan komunikasi lagi. Hanya saja saya benar-benar melakukkan ini atas dasar kebaikan. Bagi saya syah-syah saja.
Dan benar. Karena trik saya ini, saya kerap berhasil lolos dengan tuntas. dan pastinya move on dengan cepat. Dengan terbatasnya ruang untuk “kepo” mengharuskan saya benar-benar memacu kecepatan tinggi untuk segera bergerak. Di tambah lagi, saya cenderung tidak mampu berkomukasi lagi dengan beberapa orang yang sudah memababat habis rasa respect saya. jadi setelah di fikir-fikir dan beberapa penimbangan lebih baik tak perlu lagi. Sudah beberapa orang yang kerap menjudge saya dengan kata-kata yang sama “kekanak-kanakan”.But whatever, this is me. This is my life, This is my rules.
Bagi saya, Seseorang tidak bisa langsung di labeli “childish” hanya karena satu pola pikir atau satu kebiasaan konyol. Tapi kedewasaan seseorang bisa dilihat sejauh mana dia bisa menakar sebuah masalah dan meminimalisirnya. Sejauh mana dia bisa tetap berfikir jernih saat permasalahan hidupnya begitu rancu, dan sejauh mana dia masih bisa melangkah (baik) saat dia kehilangan keseimbangan. Satu poin penting bagaimana bersikap dan menempatkan masalah itu. Jangan sampai memambah masalah atau melempar masalah itu kepada orang lain. Yes, that is enough. If you can’t do that, check your attitude. please !

Hmm.. ini hanya semiliran pendapat yang tiba-tiba membisik di telinga kanan saya. seiring bertambahnya lagi orang yang menjudge kata yang sama. Rupanya saya masih menemukan sisi manusiawi di diri saya. salah satu contohnya adalah selalu melakukan pembelaan. So, absolutely I’am human. Hihii…

Kamu-kamu juga pasti punya acara sendiri untuk menghindar dari beberapa hal kan ? atau bahkan kamu tergolong orang yang pasrah ? menerima dan tidak pernah memfilter apapun ? membiarkan seadanya ? its oke !! just follow your heart, and make felt better anymore.

start to go…


@shintajulianaa

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here