![]() |
| klik sumber gambar |
Hidup memang tentang pilihan-pilihan besar.
Tidak ada yang gratis untuk sebuah kebahagiaan.
Semua selalu punya pilihan dan kesempatan.
Itu simpulan percakapan malam ini. Dia berkata tentang perubahan besar masa depan saya. Namun ada bayaran seumur hidup untuk semuanya “balas budi”. Siang tadi saya baru usai menulis note, menceritakan keajaiban, menceritakan janji kebahagiaan. Malam ini setelah mendengar detailnya, saya merubah kata “keajaiban”itu. Sedikit menggesernya beberapa senti dari puncak. Tapi bukan tak benar dengan kekuatan do’a yang dengan semangat saya kibarkan siang tadi. Hanya saja saat itu saya terlalu polos. Tidak ada yg gratis. Itu lebih realistis.
Memang tinggal selangkah lagi. Janji masadepan yang dia janjikan begitu nyata, tidak semu. Hanya saja, dia juga menggamblangkan pengorbanan dan perjuangannya lebih nyata pula. Sebandinglah.
Dalam percakapan yang berlangsung kira-kira 45 menit itu benar-benar membuat saya terhenyak. Ada buah nyata yang akan saya peroleh jika mengambil kesempatan yang dia berikan. Iya, buah perjuangan selalu manis. Itu memang tak pernah salah.
Saya menatap kedua orang itu dengan bimbang. Salah satunya keluarga sedarah saya. Yang benar-benar mengerti arti perjuangan. Perempuan berumur 37th yg sudah merasakan pahit, asam, manis, getirnya perjuangan. Dan dia juga sudah meneguk buah manis dari semuanya. Saya terlalu lemah. Dan saya tidak pernah mampu untuk terikat selamanya dengan seseorang, terikat karena kebaikkannya yang Mengharuskan saya menglingkarkan diri saya selalu rapat. Entah, hidup memang tidak pernah menjanjikan kemudahan. Ini keputusan besar.



Leave a Comment