Waspada Malaria.

Saya ingat sewaktu masih hidup di Kampung, sering ada penyuluhan dari desa tentang waspada penyakit malaria. Biasanya, mereka melakukan survey ke rumah-rumah untuk memberikan informasi tentang bahaya malaria sembari memeriksa titik-titik rawan nyamuk.

“Bu, akan lebih baik tidak ada air yang menggenang dan hendanya ibu menutup genangan-genangan air.” Imbuhnya sambil mengecek sudut-sudut rumah.

“Untuk penyemprotannya kapan bu?” (yang dimaksud ‘penyemprotan’ disini adalah fogging).

“Besok pagi.”

Hari Malaria Sedunia, Ready to Beat Malaria.
Hari Malaria Sedunia, Ready to Beat Malaria.

Meski sudah hafal dengan bahaya malaria yang bisa menyebabkan kematian, namun informasi lengkap tentang malaria masih sangat diperlukan. Masyarakat tidak hanya sebatas tahu tentang penyakit malaria bisa menyebabkan kematian, tapi masyarakat juga perlu mengetahui cara-cara agar terhindar, mengetahui penyebab, gejala, siapa saja yang beresiko terkena malaria, dan bagaimana cara mengatasinya.

Dalam hal ini, bukan hanya diperlukan langkah dari pemerintah atau lembaga kesehatan. Tapi, semua pihak yang mampu menyampaikan lengkap tentang malaria kepada masyarakat. Agar masyarakat bisa lebih waspada dan tahu bagaimana cara menanggulanginya.

Maka dari hal itu, salah satu langkah dari Kementerian Kesehatan RI dengan mengajak Media dan Blogger untuk bersama-sama menyebarkan informasi tentang malaria khususnya pencegahan dan pengobatan serta bahaya malaria bagi masyarakat. Membantu menyebarkan informasi tentang pentingnya kontribusi lintas sektor dalam mencapai masyarakat bebas malaria.

dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc sebagai direktur pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik kementerian kesehatan sedang menjelaskan tentang malaria kepada rekan media dan blogger.

Dalam rangka memeperingati hari Malaria Sedunia yang jatuh pada tanggal 25 April 2018, sehari sebelumnya saya dan beberapa rekan blogger menghadiri seminar “Bebas Malaria, Prestasi Bangsa” yang diselenggarakan di Kementerian  gedung Dr.Adhyatma R.109. Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen keseluruhan komponen bangsa tentang malaria untuk mencapai masyarakat bebas malaria 2030.

Apa sih Malaria?

Malaria adalah penyakit infeksi disebabkan oleh parasit plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (anopheles) betina. Penyakit malaria bisa menyerang semua orang, baik laki-laki maupun perempuan dan semua golongan umur baik bayi, anak-anak ataupun orang dewasa.

Berdasarkan jenisnya, malaria dibagi menjadi 5. Di antaranya:

  • Malaria tropika, yang disebabkan oleh plasmodium falciparum dengan gejala demam yang timbul terus menerus setiap hari. Malaria jenis ini bisa menyebabkan kematian pada korban.
  • Malaria Tertiana, yang disebabkan oleh plasmodium vivax dengan gejala demam yang timbul berulang setiap 3 hari.
  • Malaria ovale, yang disebabkan oleh plasmodium ovale
  • Malaria kuartana, yang disebabkan oleh plasmodium malariae dengan gejala demam yang timbul berulang setiap 4 hari
  • Malaria knowlesi, yang disebabkan oleh plasmodium knowlesi.

Gimana sih tanda-tanda atau gejala jika terkena penyakit malaria?

Seseorang terkena penyakit malaria bisa dikenali dengan tanda-tanda berikut:

  1. Demam menggigil secara berkala disertai sakit kepala
  2. Tampak pucat dan lemah karena kurang darah
  3. Mual-mual, tidak nafsu makan, kadang-kadang diare

Terus bahaya atau akibat penyakit malaria itu apa sih?

Jika seseorang positif terkena malaria, maka dapat berakibat seperti dibawah ini:

  1. Daya tahan tubuh menurun
  2. Semangat kerja turun
  3. Ganguan pertumbuhan otak anak
  4. Kematian, keguguran pada ibu hamil
  5. Bayi lahir premature, berat bayi lahir rendah
  6. Kehilangan kesadaran
  7. Hilang ingatan
  8. Nafas cepat, pingsan hingga koma
  9. Pendarahan spontan
  10. Kegagalan multi organ
  11. Meninggal dunia

Gimana sih langkah pemeriksaan dan pengobatan penyakit malaria?

Untuk pengobatan penyakit malaria pada daerah endemis malaria, setiap orang demam harus dicurigai malaria dan dilakukan pemeriksaan darah baik menggunakan mikroskop atau RDT (Rapid Diagnotic Test) di sarana pelayanan kesehatan.

Sedangkan pengobatan malaria pada daerah yang sudah bebas malaria, setiap orang yang datang dengan keluhan demam perlu ditanyakan apakah dalam 1 buan terakhir ada riwayat berkunjung ke daerah endemis malaria. Jika ya, maka dilakukan pemeriksaan darah.

Jika hasil dari tahap pemeriksaan menunjukan positif malaria, maka akan diberikan Obat Anti Malaria(OAM) gratis yaitu ACT (Artemisinin based combination therapy). Jenisnya adalah dihidroartemisinin-piperakuin ditambah dengan piperakuin. Obat diminum setelah makan sampai habis sesuai takaran. Jika obat habis, tetapi belum sembuh, segera kunjungi sarana sarana pelayanan masyarakat.

Gimana sih cara mencegah penularan penyakit malaria?

  • Rajin membersihkan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk. Dengan cara menggerakkan masyarakat untuk:
  1. Membersihkan, melancarkan saluran air agar tidak tergenang
  2. Mengeringkan air yang tergenang
  3. Membuang sampah pada tempatnya
  • Mengurangi banyaknya nyamuk dengan cara:
  1. Menebarkan ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll di lagun, kali, kolam dan air tergenang lainnya.
  2. Menebarkan larvasida (racun jentik)
  3. Menanam tanaman pengusir nyamuk (kecombrang, zodia, tahi ayam/marigold, lavender, daun sereh)
  • Menghindari gigitan nyamuk malaria dengan cara:
  1. Tidur dengan menggunakan kelambu
  2. Memakai obat anti nyamuk
  3. Memasang kawat kasa pada lubang angina/ventilasi rumah
  4. Menjauhkan kandang ternak dari rumah
  5. Memakai obat anti nyamuk oles (repelan)
  6. Apabila keluar rumah pada malam hari, pakai celana panjang
  7. Baju tangan panjang, sarung dan lain-lain.

Nah, setelah membaca uraian di atas, yuk bantu pemerintah agar tercapainya target 2030 dengan mendukung berbagai program pengendalian malaria dan ikut serta mencegah penularannya.

Fyi, Pemerintah juga telah membentuk Malaria Center sebagai lembaga koordinatif dalam penanggulangan penyakit malaria dengan penanggungjawab kepala daerah. Gubernur untuk level provinsi dan bupati/walikota untuk level kabupaten. Nah, dalam cakupan yang lebih kecil ada polmaldes yaitu wadah pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian malaria yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.

Bebas Malaria, Prestasi bangsa!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here