Seperti yang telah kita ketahui, Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Tercatat sekitar 250.000 kasus setiap tahunnya dan merupakan penyakit mematikan ke-3 setelah jantung dan penyakit pernapasan akut.

Dalam upaya menyelesaikan kasus tersebut, setiap tahunnya pemerintah menyelenggarakan peringatan Hari tuberkulosis (TBC) sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret. Untuk tahun ini, peringatan hari Tuborkulosis di Indonesia mengusung tema “Peduli TBC Indonesia Sehat”, dengan mencanangkan program “Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB)”. Program tersebut berfungsi sebagai sarana perubahan strategi dari penemuan pasif promotif melalui strategi DOTS (Dots Directly Observed Treatment Short-Course) sejak tahun 1995 menjadi aktif, intensif dan masif.

Puncak peringatan TB tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 di Lapangan Silang Monas, Jakarta pusat. Beberapa kegiatan yang turut memeriahkan puncak peringatan TB di antaranya:

  • Senam bersama
  • Pemeriksaan kesehatan gratis
  • Pameran upaya pengendalian TB dari berbagai organisasi
  • Kegiatan informasi edukasi
puncak peringatan hari tuberkulosis sedunia yang diadakan di Lapangan silang Monas dibuka oleh tarian khas betawi

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi TB khususnya di ruang publik, turut serta dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Prof.Dr.dr.Nila F. Moeloek, SpM(K).

“Fokus pencegahan dan pengendalian TBC adalah penemuan kasus dan pengobatan. Tolong temukan penderita TBC, diobati sebaik-baiknya. Sampai sembuh, betul-betul harus sampai sembuh agar terhindar dari resistensi,” tutur menteri kesehatan RI, Prof.Dr.dr.Nila F. Moeloek, SpM(K) dalam acara puncak hari peringatan TBC Sedunia.

barisan tamu undangan dalam puncak peringatan tuberkulosis

Mengenal Penyakit Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) atau lebih dikenal dengan istilah TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini menyerang tubuh manusia terutama paru-paru. TBC bukan penyakit turunan. Data WHO menunjukan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus TB terbanyak. Hal ini menjadi PR tersendiri bukan hanya bagi pemerintah tapi bagi jajaran pelayanan kesehatan serta masyarakat.

Penularan TBC keluar ke udara melalui percikan dahak pada saat penderita TB batuk, bersin atau berbicara. Kuman TB yang keluar, terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan. Jika daya tahan tubuh lemah, orang tersebut menjadi sakit TB. Namun jika daya tahan tubuh kuat, orang tersebut akan tetap sehat.

Untuk mencegah penularan penyakit TB, kita perlu mengenali gejala-gejala TB agar bisa dilakukan pengobatan sejak dini. Berikut gejala-gejala TB yang wajib dikenali:

  1. Batuk (berdahak maupun tidak berdahak) yang merupakan gejala utama
  2. Demam meriang berkepanjangan
  3. Batuk berdahak (dapat bercampur darah)
  4. Sesak nafas dan nyeri dada
  5. Berkeringat tanpa sebab (terutama pada sore-malam hari)
  6. Badan lemas, nafsu makan berkurang
  7. Berat badan menurun

Jika ditemukan indikasi seperti yang disebutkan di atas, maka diharapkan untuk segera melakukan pemeriksaan TB. Pemeriksaan TB dilakukan melalui pemeriksaan dahak dan rontgen foto dada.

Hal-hal yang perlu dilakukan bila kamu terkena Tuberkulosis

  • Tetaplah berfikir positif, jangan khawatir Tuberkulosis (TBC) dapat disembuhkan
  • Minum obat secara teratur selama 6-9 bulan
  • Rutin periksakan diri anda ke fasilitas kesehatan terdekat. Obat TBC gratis dan berkualitas disediakan pemerintah di puskesmas
  • Gunakan masker untuk mencegah penularan terhadap orang terdekat dan ajak keluarga untuk mengingatkan anda minum obat.
Saya melakukan pemeriksaan tensi darah dalam acara puncak peringatan Tuberkulosis

Cara pencegahan TB melalui PHBS (Perilaku hidup Bersih dan Sehat)

  1. Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  2. Membuka jendela agar rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar
  3. Menjemur alas tidur agar tidak lembab
  4. Mendapatkan suntikan vaksin BCG bagi anak usia dibawah 5 tahun untuk menghindai TB berat (meningitis dan milier)
  5. Olahraga teratur
  6. Tidak merokok

Dengan adanya peringatan hari tuberkulosis diharapkan  masyarakat dapat mengenali gejala-gejala penyakit tuberkulosis berikut penanganannya. Yuk dukung “Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia bebas tuberkulosis” dengan membiasakan hidup sehat. Salam Germas.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here